
Sejarah sepak bola tercipta saat Amerika Serikat menang 4-1 atas Paraguay di Piala Dunia 2026 pada babak penyisihan Grup D, bersamaan dengan peluncuran perdana VAR ‘Mistaken Identity’ di laga tersebut.
Timnas Amerika Serikat (USMNT) berhasil menang telak dalam laga pembuka Grup D di Stadion SoFi, Inglewood, California.
Tim tuan rumah, di bawah asuhan mantan pelatih Tottenham Hotspurs dan Chelsea, Mauricio Pochettino, unggul di menit ketujuh berkat gol bunuh diri dari gelandang Damian Bobadilla. Insiden ini membuat kesebelasan Paraguay tertekan, sehingga membuyarkan pertahanan dan konsentrasi mereka.
Mantan striker Arsenal, Folarin Balogun, berhasil mencetak dua gol sebelum jeda untuk memastikan keunggulan 3-0 The Stars and Stripes di babak pertama. Balogun sendiri telah bergabung dengan AS Monaco sejak 2023.
Mauricio memperkecil kedudukan untuk Paraguay sekitar 20 menit sebelum pertandingan berakhir. Namun, gol indah yang diciptakan Giovanni Reyna pada menit-menit akhir perpanjangan waktu membuka lembaran baru bagi USMNT di kancah sepak bola dunia.
“Ini adalah pendekatan kolektif,” kata Pochettino. Ia mengaku timnya diuntungkan oleh dukungan para penonton. “Mereka tampak luar biasa. Kami bisa melakukan hal-hal luar biasa jika para penggemar kami terus bersemangat seperti ini,” tambahnya.
Apa itu VAR ‘Mistaken Identity’?
Saat AS unggul 3-0 pada babak kedua pertandingan, para pendukung dan penonton di stadion terlihat bingung ketika pemeriksaan VAR ‘Mistaken Identity’ dijalankan.
Bek veteran Tim Ream (38), mendapat kartu kuning akibat melakukan pelanggaran terhadap Miguel Almiron (Paraguay).
Setelah tendangan bebas dilakukan, wasit Danny Makkelie, diperintahkan untuk meninjau insiden tersebut oleh tim VAR Piala Dunia 2026. Wasit menghentikan laga dengan meniup peluitnya sebelum berlari ke monitor di pinggir lapangan. Menyadari kesalahannya, Makkelie kemudian membatalkan keputusannya.
Wasit Makkelie juga telah membatalkan kartu kuning Ream. Sebagai gantinya, ia memberikan kartu kuning kepada Almiron, yang telah melakukan diving (pura-pura jatuh atau kesakitan saat di-sliding tackle oleh pemain lawan agar timnya mendapat tendangan bebas atau penalti) berdasarkan tayangan ulang.
Aturan baru yang bernama ‘mistaken identity (kekeliruan mengidentifikasi)’ diajukan secara khusus oleh ketua komite wasit FIFA Pierluigi Collina. Aturan ini merupakan salah satu dari enam perubahan aturan yang diperkenalkan untuk pertama kalinya di Piala Dunia 2026 format baru.
Aturan tersebut menyatakan bahwa keputusan wasit dapat diubah ketika seorang pemain mendapat kartu kuning atau kartu merah, tetapi pelanggaran sebenarnya dilakukan oleh tim lawan.
Kebingungan kembali muncul ketika para wasit mengizinkan pertandingan untuk dimulai kembali, lalu menghentikan pertandingan lagi dan meninjau rekaman laga.
“Meski membingungkan tetapi hal ini merupakan keputusan yang tepat,” komentar mantan pemain Wales, Ashley Williams.
“Aturan apapun yang memberikan hukuman berat untuk diving perlu diapresiasi,” tambah Danny Murphy, mantan gelandang Inggris.
Sejumlah legenda sepak bola dikenal sering melakukan diving di awal karir mereka, misalnya, Ashley Young, Jürgen Klinsmann, Arjen Robben. Termasuk Neymar dan Cristiano Ronaldo yang saat ini tampil membela timnas masing-masing.