
Ikon Piala Dunia Wanita Amerika Serikat, Megan Rapinoe, menyalahkan Presiden AS Donald Trump atas tersingkirnya The Stars and Stripes dari Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Mauricio Pochettino memang berhasil mencetak sejarah di turnamen ini, tetapi mereka gagal finis lebih baik di kandang sendiri.
Kemenangan beruntun melawan Paraguay dan Australia berhasil memotivasi Stars and Stripes di awal turnamen. Mereka berhasil memenangi beberapa laga Piala Dunia secara beruntun sejak 1930 dan berhak mengamankan tiket ke fase gugur.
Namun, kekalahan 3-2 dari Turki menunjukkan bahwa mereka masih rentan, dan kekalahan 4-1 dari Belgia di babak 16 besar menghancurkan optimisme yang telah terbentuk.
Ketika minat warga AS terhadap sepak bola mulai terbentuk, kekalahan tersebut membuat mereka mengkritik keras para pemain walaupun kegagalan hal biasa dalam turnamen sebesar Piala Dunia.
Gara-gara kartu merah
Rapinoe (41) mengklaim bahwa keterlibatan Trump dalam skandal kartu merah Folarin Balogun menyebabkan para pemain Amerika Serikat terganggu selama pertandingan melawan Belgia, sehingga gagal melaju ke final Piala Dunia 2026.
Mantan pemain Arsenal itu diusir keluar lapangan saat menjamu Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar yang mengakibatkan ia terkena hukuman skorsing otomatis satu pertandingan, di mana seharusnya ia absen di babak 16 besar beberapa hari berikutnya.
Trump melobi presiden FIFA Gianni Infantino untuk membatalkan keputusan tersebut. Dalam sudut pandang Rapinoe, kegagalan telah terjadi akibat campur tangan Gedung Putih sebelum pertandingan dimulai.
“Saya rasa intervensi Trump telah membuat timnas putra (USMNT) merasa tertekan. Apalagi karena publik internasional cenderung menyalahkan timnas atas langkah yang dilakukan presiden,” papar Rapinoe.
‘Musuh bebuyutan’
Pada 2016, Rapinoe berlutut saat lagu kebangsaan diputar sebagai bentuk dukungan kepada Colin Kaepernick, sebagai gestur protes atas ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi. Rapinoe merupakan pemain sayap timnas putri AS USWNT sejak 2006 sampai 2023 dan merumput di Seattle Reign FC sejak 2013 hingga pensiun. .
Saat itu, Trump berulang kali mengkritik para atlet yang menggunakan platform mereka untuk melakukan protes. Menurut Trump, para atlet yang berperilaku demikian sama saja tidak menghormati negara mereka sendiri.
Ketika tim nasional wanita Amerika Serikat memenangi gelar Piala Dunia beberapa tahun kemudian, Rapinoe menolak menghadiri upacara resmi di Gedung Putih. Sebelum timnas putri AS mengangkat trofi, Rapinoe menegaskan bahwa dirinya tidak akan menghadiri upacara resmi di Gedung Putih jika mereka memenangi turnamen itu.
Rapinoe dikenal publik sebagai aktivis kemanusiaan yang cukup vokal, terutama untuk isu LGBT. Menurutnya, USMNT bisa menang dan melaju jauh di Piala Dunia Amerika bila mereka mengikuti jejaknya menjadi aktivis.