Playoff Piala Dunia 2026: Anggap Lawan Tangguh, Polandia Tak Remehkan Albania

Playoff Piala Dunia 2026: Anggap Lawan Tangguh, Polandia Tak Remehkan Albania

Polandia berharap berkah tuan rumah

Polandia akan berhadapan melawan Albania di kandang di babak semifinal playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa yang akan berlangsung pada 26 Maret di Stadion PGE Narodowy Warszawa.

The Eagles, julukan tim nasional Polandia, merupakan skuad yang paling sering dihadapi oleh Albania, yaitu sebanyak 15 kali. Mereka bertemu pertama kali pada tahun 1949.

Keseimbangan berpihak pada Polandia karena mereka mengoleksi 10 kemenangan, sedangkan Albania hanya mendapat hasil dua kali imbang dalam tiga pertemuan terakhir.

Mereka terakhir kali saling berhadapan pada 10 September 2023, di mana Albania menang 2-0 atas Polandia pada babak Kualifikasi Piala Eropa 2024 yang berlangsung di Air Albania. Hasil itu membuat mantan pelatih Polandia, Fernando Santos dipecat tiga hari setelah pertandingan berlangsung.

Akhir-akhir ini, Polandia berada dalam performa terbaiknya, hanya sekali kalah di babak penyisihan grup Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sedangkan Albania telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir usai dua kali berpartisipasi di Piala Eropa. Lolos ke Piala Dunia 2026 masih menjadi impian utama bagi skuad The Red and Blacks tersebut.

Hasil statistik saat bertanding melawan Ukraina dan Swedia dalam laga persahabatan dianggap kurang memuaskan, walaupun Polandia sama-sama menang dalam dua laga tersebut. 

Jika Polandia berhasil mengalahkan Albania, mereka akan bertanding melawan Ukraina atau Swedia di babak final playoff tandang pada 31 Maret mendatang.

Polandia mendapatkan tempat di undian play-off setelah finis di posisi kedua grup di belakang Belanda pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa, beberapa bulan lalu.

Keikutsertaan dari sebagian besar wakil Eropa Tengah dan Timur di turnamen sepak bola terakbar itu bergantung pada hasil babak playoff.

Berdasarkan jadwal playoff Piala Dunia 2026, Republik Ceko akan berhadapan dengan Republik Irlandia, Slovakia akan menjamu Kosovo, Ukraina akan bertanding melawan Swedia, Bosnia-Herzegovina akan siap bertanding melawan Wales, dan Makedonia Utara akan terbang ke Denmark. Mereka dipastikan akan berjuang mati-matian guna berebut empat tiket terakhir ke Piala Dunia 2026 format baru. 

Polandia tak remehkan Albania

Pelatih Polandia, Jan Urban, mengatakan pihaknya tidak meremehkan Albania. Ia menyebut skuad The Red and Blacks itu sebagai lawan yang kuat dan tangguh menjelang laga tandang yang diprediksi akan berjalan sulit bagi Albania.

Dalam wawancara bersama jurnalis Robert Blonsky, Urban mengatakan bahwa Albania telah memicu masalah bagi Polandia dalam beberapa pertemuan terakhir.

“Kami mengenal Albania dengan baik, karena kami sudah bertanding melawan mereka di Kualifikasi Piala Eropa 2024 dan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka merupakan lawan yang penting karena kami bertanding melawan mereka di laga pertama,” kata Urban.

“Secara teknis, mereka memiliki tim yang memiliki kesiapan dan jarang kebobolan gol, tetapi mereka juga jarang mencetak gol. Mereka tangguh dan disiplin, dengan pemain yang sebagian besar berkompetisi di Italia dan juga di klub-klub Asia. Mereka adalah pemain sepak bola yang solid dan bukan kebetulan, mereka dlu menyulitkan kami sekitar dua tahun yang lalu, saat mereka kalah 0-2 di Tirana.”

Urban mengatakan bahwa hingga saat ini masih belum jelas tim mana yang akan menjadi lawan yang lebih menguntungkan di babak final.

“Kalau hanya berdasarkan pertandingan selama babak kualifikasi, jawabannya akan sederhana, yakni Swedia. Swedia lebih lemah karena mereka gagal memenangkan satu pun dari enam pertandingan mereka,” katanya. 

“Namun, mereka masih memiliki banyak pemain yang berkompetisi di klub-klub Eropa. Ada sesuatu yang baru saja tidak berjalan dengan baik, meskipun saya tidak tahu persis apa yang sebenrnya terjadi. Mereka mengganti pelatih pada musim gugur. Di bawah asuhan Graham Potter, mereka dapat kapan sama kembali ke level yang sesuai dengan kemampuan para pemain mereka.”

Urban menambahkan bahwa Ukraina berada di level yang sama dengan Polandia, Swedia, dan Albania.

“Hasil kualifikasi biasanya ditentukan oleh detail, kemampuan, dan kualitas perseorangan. Saat ini, para pemain kami bertanding dengan baik di level klub, tetapi babak playoff masih beberapa pekan lagi,” katanya. “Kami tidak hanya fokus untuk hari ini, karena situasi bisa berubah kapan saja. Situasi saat ini masih dinamis dan kami tidak boleh membiarkan diri terperanga dalam keadaan apapun.”

Albania optimistis

Beberapa hari ke depan menandakan dimulainya fase paling penting dan menarik bagi timnas Albania secara resmi. Dengan mata tertuju pada Piala Dunia 2026, The Red and Blacks turun ke lapangan untuk memulai persiapan intensif menjelang pertandingan play-off.

Pertandingan antara Albania melawan Polandia yang digelar 26 Maret di Warsawa bukan hanya tantangan lain, tetapi juga gerbang pertama menuju pencapaian yang akan memecahkan setiap rekor dalam sepak bola nasional. Sebuah potensi pencapaian yang akan membawa nama mereka masuk jajaran elit sepak bola dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Persiapan Federasi dan staf teknis telah dimulai sebelum para pemain berkumpul. Sekelompok spesialis yang dekat dengan pelatih telah berangkat ke Polandia untuk menentukan setiap detail logistik, mulai dari kualitas lapangan latihan hingga privasi hotel.

Operasi ini terus berlanjut, karena staf tim Albania juga akan segera mengunjungi Valencia untuk melihat pilihan akomodasi jika terjadi laga melawan Ukraina. Para staf juga akan berkunjung ke Stockholm untuk bersiap menghadapi skenario apapun yang membawa mereka menuju babak final playoff melawan Swedia, tanpa meninggalkan satupun hal yang tidak terduga.

Kabar yang beredar luas di lingkungan pelatihan Tirana menjadi momen kembalinya Ernest Muçi setelah absen beberapa bulan. Striker itu berusaha keras menarik perhatian para staf pelatih untuk kembali mempercayainya melalui performa spektakulernya di liga Turki, di mana ia mencetak beberapa gol dan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hal jumlah pertandingan. 

Muçi datang sebagai kekuatan baru setelah absen sekitar 6 bulan dalam daftar resmi. Ia mampu mencetak gol dari jarak jauh dan menambah panjang deretan pemain terbaik skuad Albania. Kemampuan itu merupakan elemen yang sangat penting dalam menghadapi pertahanan Polandia yang tangguh secara fisik.

Menjelang laga hidup mati di Polandia, sang pelatih, Sylvinho, yakin bahwa timnya telah mencapai kematangan yang diperlukan untuk menangani tekanan tersebut. Ia menekankan bahwa empat hari akan dimanfaatkan untuk menyempurnakan rincian taktis yang membuat perbedaan dalam laga hidup mati tersebut. 

Ahli strategi The Red and Blacks menyebut Polandia sebagai lawan yang membuat Albania harus bermain disiplin. Dirinya juga mengisyaratkan bahwa semangat pengorbanan yang menjadi ciri khas tim dalam perjalanan Eropa mereka harus kembali ditampilkan di lapangan.

Polandia tetap menjadi salah satu lawan terkuat bagi Albania, dengan sejarah bentrokan yang sangat menguntungkan mereka. Dalam 15 pertandingan terakhir, tim yang juga ingin disebut Rossoneri (julukan AC Milan) hanya berhasil menang dalam 2 laga, sementara The Eagles 10 kali kalah dan 3 kali imbang. 

Namun, kemenangan 2-0 terakhir di kualifikasi Piala Eropa 2024 telah mengubah mentalitas grup. Albania kini lebih optimistis karena jurang teknis kini telah sedikit berkurang. Warsawa bukan lagi wilayah yang tak terkalahkan, meskipun Polandia memiliki kekuatan serangan yang besar di kandang.

Jika Albania berhasil mengatasi rintangan Polandia, perjalanan akan menjadi lebih sulit. Dengan Ukraina, statistik pertandingan masih menunjukkan hasil negatif secara historis karena mereka masih mencari kemenangan pertama setelah menjalani beberapa pertandingan. Skuad Blue and Yellow hampir saja menang sebelum mereka harus mengakui kekalahan mereka.

Di sisi lain, Swedia mewakili aliran lain dalam sepak bola. Mereka memiliki konfrontasi yang lebih seimbang dan selalu menantang dalam hal fisik. Walaupun sejumlah kalangan menganggap staf pelatih menerjunkan logistik terlalu dini di Valencia dan Stockholm, tetapi pers menepis tudingan itu. Menurut media Albania, ini menunjukkan bahwa Albania tidak hanya bergabung di babak play-off ini sebagai peserta, melainkan sebagai penantang yang telah mempelajari setiap skenario yang mungkin terjadi.

Para pemain hanya memiliki jatah empat hari untuk mencari beberapa ide sebelum berangkat ke Polandia. Kerangka waktu ini menuntut konsentrasi maksimal dan kondisi fisik optimal dari semua pemain yang siap bertanding. Semua ide dirancang agar tim dapat menemukan kembali keajaiban yang membuat mereka bangga pada pekan ini. Dengan harapan besar bahwa bulan Maret 2026 akan tercatat dengan tinta emas dalam sejarah olahraga Albania sebagai bulan kebangkitan besar menuju puncak dunia.

Head To Head Polandia vs Albania

Polandia dan Albania pertama kali berhadapan satu sama lain pada 1949. Hingga saat ini, mereka sudah 15 kali saling bertemu. Dalam 15 pertemuan tersebut, Polandia berhasil meraih 10 kemenangan dan dua kali kalah, sedangkan Albania hanya dua kali menang dan 10 kali kalah. Kedua tim sama-sama memiliki tiga hasil imbang.

Berikut statistik head-to head antara Polandia dan Albania dalam 15 pertandingan terakhir di laga persahabatan, Kualifikasi Piala Eropa, dan Kualifikasi Piala Dunia.

TahunKompetisiTim KandangHasilTim Tandang
1949Laga PersahabatanPolandia2-1Albania
1950Laga PersahabatanAlbania0-0Polandia
1953Laga PersahabatanAlbania2-0Polandia
1970Kualifikasi Piala Eropa 1972Polandia3-0Albania
1971Kualifikasi Piala Eropa 1972Albania1-1Polandia
1984Kualifikasi Piala Dunia 1986Polandia2-2Albania
1985Kualifikasi Piala Dunia 1986Albania0-1Polandia
1988Kualifikasi Piala Dunia 1990Polandia1-0Albania
1989Kualifikasi Piala Dunia 1990Albania1-2Polandia
2005Laga PersahabatanPolandia1-0Albania
2008Laga PersahabatanPolandia1-0Albania
2021Kualifikasi Piala Dunia 2022Polandia4-1Albania
2021Kualifikasi Piala Dunia 2022Albania0-1Polandia
2023Kualifikasi PIala Eropa 2024Polandia1-0Albania
2023Kualifikasi Piala Eropa 2024Albania2-0Polandia

Laga jelang pensiun Lewandowski

Di luar lapangan, Polandia memiliki hubungan yang cukup baik dengan Albania. Albania merupakan negara utama tujuan ekspor bagi produk Polandia, sedangkan Albania merupakan tujuan wisata utama bagi warga Polandia. 

Polandia merupakan pendukung utama Albania agar diterima bergabung dalam Uni Eropa, terutama saat Polandia mendapat giliran Presidensi Majelis Uni Eropa 2025 lalu. Keduanya juga sama-sama pendukung Ukraina dalam konfliknya melawan Rusia. 

Albania mendukung Polandia sebagai tuan rumah laga playoff antara mereka berdua, dengan mengambil seluruh jatah tiket bagi suporter tamu sebanyak 5%. Stadion PGE Narodowy yang berkapasitas sekitar 59 ribu penonton diperkirakan akan dipadati suporter dari kedua belah pihak. Dari jumlah tersebut, suporter Albania diperkirakan berjumlah sekitar 3000 orang walaupun 250 ribu dari mereka dikabarkan sudah mendaftar untuk pemesanan tiket.  

Insiden kecil saat laga antara Polandia melawan Albania pernah terjadi 2021 lalu, saat seseorang melemparkan sesuatu ke arah para pemain Polandia. Berkaca dari pengalaman ini, aparat keamanan dari kedua pihak meningkatkan kewaspadaan dan telah menerbitkan peraturan yang wajib dipatuhi para suporter. Di antaranya, mereka dilarang membawa benda keras dan flare. 

Ingin akhiri tugas internasional dengan gemilang

Piala Dunia 2026 akan menjadi momen yang menyedihkan, dengan berakhirnya satu generasi emas tersukses dalam sejarah sepak bola. Sederet nama akan tampil terakhir kalinya sebagai bagian dari tim nasional negara masing-masing, termasuk Robert Lewandowski, salah satu pesepakbola tersukses dalam sejarah Polandia. 

Dalam wawancara dengan sebuah media olahraga, Lewandowski bertekad ingin menutup karir sepak bolanya dengan gemilang. Penyerang Barca itu kini sudah berusia 37 tahun, dan mengaku sedang menyiapkan fisik dan mental menjelang hari-hari terakhirnya sebagai pemain profesional. 

“Saya tidak takut mengakhiri karir saya, karena saya sudah mempersiapkan diri terkait apa yang akan saya lakukan nanti bila sudah tak lagi bermain,” papar Lewandowski pada TVP World beberapa waktu lalu. “Sepak bola memang bagian penting dalam hidup saya, walau bukan segalanya.” 

“FC Barcelona bilang mereka butuh seseorang seperti saya yang bisa menasihati para pemain muda, bahwa tampil prima bukanlah sesuatu yang bisa dicapai secara instan. Semua membutuhkan proses, termasuk berlatih keras setiap hari.” 

Menurutnya, Barca mulai tidak menyukai sikap sejumlah pemain muda dan mereka menganggap Lewandowski bisa mengatasi mereka. “Dunia saya berbeda dari mereka, saya datang dari generasi yang jauh berbeda. Bahkan usia saya lebih tua dari ayah beberapa pemain, termasuk ayah Lamine Yamal,” tuturnya sambil tersenyum.  

Pengalaman dan kedewasaan Lewandowski membuatnya tetap jadi incaran beberapa klub di usia yang tak lagi muda. Walaupun Barca tak memperpanjang kontraknya, klub MLS Chicago Fire, AC Milan, dan beberapa klub dari Liga Saudi dikabarkan terus memonitor performa Lewandowski yang sudah mencetak sekitar 700 gol sepanjang karirnya sejak 1996. 

Belakangan dikabarkan Atletico Madrid, pesaing kuat Barca, dan Fenerbahce sudah mengajukan penawaran untuk merekrut Lewandowski.

Mainkan Taruhan Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Sekarang!

Berita Terbaru