
Jalan berliku Wales kembali ke Piala Dunia
Sesuai jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Wales akan menjamu Bosnia dan Herzegovina di Cardiff untuk berebut tempat di final playoff Piala Dunia 2026 Jalur A, guna memperebutkan tiket terakhir ke Amerika. Skuad asuhan Craig Bellamy ini menjalani babak semifinal playoff setelah kemenangan telak 7-1 atas Makedonia Utara. Hasil ini sekaligus mengamankan posisi unggulan dan keuntungan bertanding di kandang sendiri untuk menjalani pertandingan fase gugur ini.
Pertandingan satu leg ini akan berlangsung pada 26 Maret mendatang di Stadion Cardiff City, Wales. Pemenangnya akan lolos ke babak final Jalur A untuk menghadapi Italia atau Irlandia Utara pada 31 Maret. Bagi Wales, ini merupakan peluang untuk kembali ke ajang Piala Dunia hanya empat tahun setelah penampilan mereka di Piala Dunia 2022, di mana mereka bertanding bersama Inggris, AS, dan Iran di babak penyisihan grup.
Wales berjuang untuk lolos ke Piala Dunia dalam dua edisi berturut-turut. Penampilan mereka di edisi 2022 lalu sekaligus mengakhiri paceklik Piala Dunia selama 64 tahun. The Dragons (julukan tim nasional Wales) bertekad untuk mempertahankan pencapaian itu, agar tidak menjadi sesuatu yang hanya dicapai sekali seumr hidup.
Craig Bellamy telah merevitalisasi sepak bola Wales, dan filosofi menyerangnya terlihat jelas dalam laga kontra Makedonia Utara. Hattrick kapten Harry Wilson dalam pertandingan itu menunjukkan kekuatan serangan Wales, dan para pendukung tuan rumah di Cardiff mengharapkan penampilan cemerlang berikutnya di babak playoff.
Wales finis kedua Grup J Kualifikasi Piala Dunia 2026 di belakang Belgia, tetapi perjalanan kualifikasi The Dragons berakhir dengan manis. Sembari mengincar kemenangan untuk mengamankan posisi playoff unggulan, Wales memberikan salah satu penampilan terbaik sepanjang kualifikasi Piala Dunia dengan kemenangan telak di kandang.
Hasil tersebut tidak hanya mengamankan slot mereka di babak playoff, tetapi juga menjamin privilese Wales bertanding di kandang pada babak semifinal. Faktor ini tidak dapat dikesampingkan, mengingat reputasi Cardiff sebagai stadion yang bisa bikin keder para pemain lawan berkat gegap gempita sorak sorai para suporter tuan rumah Wales. .
Di bawah asuhan Bellamy, Wales telah menemukan kembali identitas menyerang mereka. Mantan striker Liverpool itu telah mendorong timnya untuk melakukan teknik menyerang pada sepak bola sehingga hasilnya sangat mengesankan.
Wales dipastikan tampil percaya diri berkat rekor kemenangan laga kandang mereka di bawah asuhan Bellamy dan momentum kemenangan telak atas Makedonia Utara. Bosnia Herzegovina, yang berjuluk Zmajevi atau The Dragons juga dalam bahasa lokal, sudah tentu akan berpedoman pada pengalaman mereka selama babak kualifikasi.
Berikut adalah pendapat beberapa mantan pemain Wales tentang perjalanan rekan-rekan mereka menuju Piala Dunia 2026.
“Saya rasa Wales harus memanfaatkan keuntungan laga kandang, karena mereka tidak akan terlalu terganggu dengan siapa lawan mereka. Mereka akan merasa bisa mengalahkan siapapun di Stadion Cardiff City,” kata mantan bek Danny Gabbidon.
“Bosnia-Herzegovina akan menjadi lawan yang sulit. Kami terakhir kali bertemu mereka di kualifikasi Piala Eropa dan saya terus mengingatnya sebagai pertandingan yang sulit. Mereka merupakan tim yang bagus dan berpengalaman,” ujar Gabbidon.
“Jika kami berhasil lolos ke final, akan ada pertandingan yang lebih sulit lagi melawan Irlandia Utara atau Italia. Bertanding melawan negara-negara tuan rumah itu selalu sulit karena mereka membawa suasana, tekanan, dan nuansa yang berbeda.
“Italia adalah tim berkualitas yang berusaha untuk lolos. Jika mereka kembali gagal lolos, Ini akan menjadi ketiga kalinya secara beruntun mereka tidak lolos ke ajang sepak bola terbesar itu. Oleh karena itu, mereka akan bermain pantan menyerah agar lolos ke Piala Dunia,” tambah Gabbidon.
“Bosnia-Herzegovina memang bukan tim sembarangan, tetapi mereka bisa dikalahkan. Lagipula kami akan bermain di kandang sendiri,” kata mantan striker, Robert Earnshaw. “Hal terpenting adalah siapa pemenang laga Italia versus Irlandia Utara, karena dua-duanya sama-sama sulit”.
“Jika Italia berhasil menang, kami membutuhkan sesuatu yang besar untuk bisa lolos. Mereka bisa saja menjadi tim terberat. Saya rasa tidak ada yang ingin bermain melawan Italia, tetapi saya masih yakin kami bisa lolos,” lanjut Earnshaw. “Kami masih punya peluang walaupun hanya dua laga tersisa menuju Piala Dunia.”
“Wales pasti sangat gembira setelah menang 7-1, sehingga mereka cenderung yakin dapat mengalahkan Bosnia-Herzegovina dengan mudah di kandang. Bosnia-Herzegovina berada 29 peringkat di bawah mereka,” kata mantan bek Wales, Nia Jones.
“Namun, final akan menjadi pertandingan yang lebih sulit, laga derby antar negara tuan rumah akan ketat dan menegangkan. Wales versus Italia akan membangkitkan kenangan indah di Cardiff pada tahun 2002, di mana seorang pemain bernama Bellamy berhasil mencetak gol untuk membantu Cymru meraih kemenangan yang mengejutkan saat bertanding melawan Azzurri.”
“Namun, Italia telah absen dari dua edisi Piala Dunia terakhir, jadi kekecewaan yang mereka rasakan membuat mereka menjadi tim yang ingin saya hindari,” tambah Jones.
“Bosnia-Herzegovina adalah tim yang bisa kami hadapi di putaran pertama,” kata Joe Ledley, yang telah mencatatkan 77 cap untuk timnya. “Jika kami menang menjelang final, bermain di kandang merupakan suatu keuntungan besar, baik itu Irlandia Utara atau Italia. Italia bukan tim yang sama seperti dulu, karena mereka kalah 1-4 dari Norwegia.”
“Saya rasa kami akan baik-baik saja seandainya terjadi dua laga kandang di Wales. Apapun bisa terjadi di Stadion Cardiff City.”
“Bosnia-Herzegovina adalah tim yang sudah empat kali kami hadapi dan belum pernah kami kalahkan,” kata mantan striker, Iwan Roberts. “Kami belum mencetak gol dalam tiga dari empat laga terakhir. Satu pertandingan yang paling saya ingat adalah 10 Oktober 2015 saat kami kalah 0-2 dari Bosnia Herzegovina.”
“Namun, itu adalah malam yang luar biasa karena kami berhasil lolos ke Piala Eropa 2016,” kata Roberts. “Secara defensif, mereka solid. Mereka hanya kebobolan tujuh gol dalam delapan laga terakhir, dan mereka tidak pernah kalah di laga tandang dengan meraih delapan poin dari empat laga terakhir. Sehingga, ini akan menjadi tantangan berat bagi kami.”
“Jika kami berhasil mengalahkan Bosnia, kami akan menghadapi Italia atau Irlandia Utara pada babak final di stadion yang sama. Itu adalah kejutan yang besar bagi kami seandainya benar-benar terjadi,” lanjut Roberts. “Tidak ada yang lebih baik dari dua laga kandang di babak semifinal dan final playoff.”
“Sejujurnya, saya lebih sering memperhatikan lokasi daripada lawan, karena saya mengetahui betapa pentingnya hal itu bagi kami,” kata Sam Vokes, yang sempat bertanding di Piala Eropa 2016. “Saya sudah lama memperhatikan faktor ini karena sangat penting bagi kami. Saya setuju bahwa kami tidak ingin melangkah terlalu jauh dan langsung menatap babak final.”
“Kami tidak memiliki rekor bagus saat bertanding melawan Bosnia-Herzegovina di masa lalu. Namun, saat itu adalah waktu yang berbeda,” ujar Vokes. “Kami memiliki kenangan indah tentang Bosnia-Herzegovina di masa lalu bukan karena kalah 2-0, melainkan karena apa yang terjadi sesudahnya.”
Jelang 40, Dzeko optimis wujudkan impian
Di Italia, Edin Dzeko mendapat julukan ‘Angsa Sarajevo’. Sedangkan di negara asalnya, ia mendapat julukan ‘Berlian’. Julukan-julukan tersebut merupakan bukti nyata bahwa seseorang masih bisa tampil lemah gemulai dengan postur tubuh setinggi 1,90 meter.
Striker ini juga membuktikan bahwa seseorang masih bisa bermain sepak bola elit di usia 39 tahun. Dzeko baru saja bergabung dengan Schalke dan telah membantu Bosnia dan Herzegovina memenangi tiga laga perdana di Kualifikasi PIala Dunia 2026 Zona Eropa.
Bosnia dan Herzegovina sempat berada di puncak Grup H Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa. Saat itu Dzeko merasa bahwa kualitas untuk finis pertama memberikan kepercayaan diri baginya, tetapi hasil akhir berkata lain karena Bosnia harus menjalani laga playoff. Konsistensi adalah hal yang penting. Ia yakin mereka dapat berhasil di akhir kualifikasi.
Dzeko yang sudah mencetak 68 gol dalam 141 untuk The Dragons mengaku akan terus membela Skuad Zmajevi, selagi mereka tetap mempercayainya.
Sementara itu, pelatih Bosnia-Herzegovina, Sergej Barbarez, memastikan pihaknya tidak akan gentar meski bermain di hadapan publik garis keras sepak bola Wales dalam laga playoff Piala Dunia 2026.
“Wales adalah tim yang berkualitas, khususnya di kandang mereka. Namun, kami juga memiliki kekuatan dan kepercayaan diri sendiri. Ini akan menjadi pertandingan yang menantang, tetapi saya yakin bahwa kami akan mempersiapkan diri dengan baik dan memberikan yang terbaik,” ujar Barbarez.
“Satu-satunya harapan saya adalah babak final akan berlangsung di kandang. Hal itu akan menjadi motivasi besar bagi kita semua. Pertama, kami harus bekerja keras di Wales. Dan seandainya berhasil, kami akan berburu tiket terakhir ke Piala Dunia 2026 dengan cara bertanding di lapangan,” pungkasnya.
Barbarz tidak berlebihan, karena faktanya pasar taruhan bola lebih menjagokan Wales dalam laga tersebut. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan adalah Wales akan bermain sebagai tuan rumah, walaupun Bosnia termasuk tim yang tergolong tangguh dalam berbagai laga tandang yang sudah mereka jalani.
Pasar menganggap Bosnia masih terlalu tergantung pada Dzeko, yang juga akan segera amit mundur dari pentas internasional bersama sederet nama top lainnya. Asal tahu saja, Bosnia sudah mulai mencari penerus Dzeko dengan menerjunkan beberapa pemain muda, walaupun mereka belum mencapai level prestasi yang pernah diraihnya.
Ada Ermedin Demirović, striker yang sudah mencetak 15 gol bersama Stuttgart selama dua musim berturut-turut. Haris Tabaković juga masih bisa jadi andalan The Dragons, walaupun usianya sudah 31 tahun. Pemain Hertha Berlin itu disebut-sebut punya postur tubuh yang mirip dengan Dzeko.
Selain itu, ada juga beberapa pemain muda seperti Samed Baždar (22) yang sudah mulai diperkenalkan ke publik dalam beberapa laga Bosnia. Penyerang New England Revolution (MLS) Esmir Bajraktarević (20) dipandang sebagai pemain masa depan penerus Dzeko. Sementara pemain termuda Bosnia, Kerim-Sam Alajbegović (18), sudah pernah mencetak gol saat bermain bersama tim senior.
Akan tetapi, dua bek andalan Zmajevi, Sead Kolašinac dan Amar Dedić dikabarkan sedang mengalami cedera. Walaupun mereka sedang menjalani pemulihan, pasar taruhan rupanya meragukan kemampuan mereka menghalau serangan bertubi-tubi Wales yang sudah barang tentu akan tampil all out guna merebut jalan terakhir mereka ke Piala Dunia.
Prediksi line up Wales dan Bosnia-Herzegovina
Berikut perkiraan susunan pemain Wales dan Bosnia-Herzegovina di laga playoff Maret ini.
Susunan Pemain Wales
Kiper
| No. | Nama Pemain | Usia | Tanding | Kebobolan |
| 1 | Karl Darlow | 35 | 8 | 11 |
| 12 | Tom King | 30 | 0 | 0 |
| 21 | Adam Davies | 33 | 0 | 0 |
Bek
| No. | Nama Pemain | Usia | Tanding | Gol |
| 2 | Chris Mepham | 28 | 4 | 0 |
| 3 | Neco Williams | 24 | 7 | 0 |
| 4 | Dylan Lawlor | 20 | 3 | 0 |
| 5 | Jay Dasilva | 27 | 4 | 0 |
| 6 | Joe Rodon | 28 | 7 | 2 |
| 14 | Ronan Kpakio | 18 | 1 | 0 |
| 15 | Rhys Norrington-Davoies | 26 | 0 | 0 |
Gelandang
| No. | Nama Pemain | Usia | Tanding | Gol |
| 7 | David Brooks | 28 | 8 | 2 |
| 8 | Harry Wilson | 28 | 5 | 5 |
| 9 | Lewis Koumas | 20 | 2 | 0 |
| 11 | Brennan Johnson | 24 | 8 | 2 |
| 16 | Joel Colwill | 21 | 0 | 0 |
| 17 | Rubin Colwill | 23 | 1 | 0 |
| 19 | Sorba Thomas | 27 | 8 | 1 |
| 20 | Daniel James | 28 | 5 | 2 |
| 22 | Joshua Sheehan | 30 | 5 | 0 |
| 23 | Nathan Broadhead | 27 | 4 | 2 |
Penyerang
| No. | Nama Pemain | Usia | Tanding | Gol |
| 10 | Liam Cullen | 25 | 5 | 0 |
| 13 | Isaak Davies | 24 | 1 | 0 |
| 18 | Mark Harris | 27 | 5 | 0 |
Pelatih: Craig Bellamy
Susunan Pemain Bosnia-Herzegovina
Kiper
| No. | Nama Pemain | Usia | Tanding | Kebobolan |
| 1 | Nikola Vasilj | 30 | 8 | 7 |
| 12 | Osman Hadzikic | 29 | 0 | 0 |
| 22 | Martin Zlomislic | 27 | 0 | 0 |
Bek
| No. | Nama Pemain | Usia | Tanding | Gol |
| 2 | Nihad Mujakic | 27 | 4 | 1 |
| 3 | Dennis Hadzikadunic | 27 | 1 | 0 |
| 4 | Tarik Muharemovic | 22 | 5 | 0 |
| 5 | Sead Kolasinac | 32 | 2 | 0 |
| 18 | Emir Karic | 28 | 1 | 0 |
| 23 | Arjan Malic | 20 | 5 | 0 |
Gelandang
| No. | Nama Pemain | Usia | Tanding | Gol |
| 6 | Benjamin Tahirovic | 22 | 8 | 1 |
| 8 | Armin Gigovic | 23 | 7 | 1 |
| 13 | Ivan Basic | 23 | 5 | 0 |
| 14 | Ivan Sunjic | 29 | 6 | 0 |
| 15 | Amar Memic | 25 | 7 | 0 |
| 16 | Amir Hadziahmetovic | 28 | 2 | 0 |
| 19 | Dario Saric | 28 | 2 | 0 |
| 21 | Kerim Alajbegovic | 18 | 5 | 1 |
Penyerang
| No. | Nama Pemain | Usia | Tanding | Gol |
| 9 | Samed Bazdar | 22 | 7 | 1 |
| 10 | Haris Tabakovic | 31 | 2 | 2 |
| 11 | Edin Dzeko | 39 | 7 | 5 |
| 20 | Esmir Bajraktarevic | 20 | 5 | 1 |