Martinez Bawa Striker Lain Untuk ‘Temani’ Ronaldo di Piala Dunia 2026

Martinez Bawa Striker Lain Untuk ‘Temani’ Ronaldo di Piala Dunia 2026

Pelatih Portugal, Roberto Martinez mengungkapkan bahwa Cristiano Ronaldo perlu berjuang untuk mempertahankan posisinya di tim Piala Dunia 2026. Veteran 40 tahun itu akan segera bertanding di turnamen empat tahunan tersebut. Meski ia masih menjadi kapten Selecao, ia diperkirakan tidak bertanding pada seluruh laga seiring bertambahnya usia. Martinez berencana untuk menurunkan tiga striker ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Salah satu di antara tiga striker itu memang adalah Ronaldo, apabila penyerang Al-Nassr itu tetap bebas dari cedera. Posisi berikutnya akan diisi oleh pemain PSG, Goncalo Ramos. Ia merupakan pemain yang menggantikan Ronaldo ketika rekan senegaranya sempat dicadangkan di Piala Dunia 2022 lalu.

Ronaldo enggan untuk mundur atau berperan sebagai pemain cadangan, tetapi ia harus menerima kenyataan bahwa tenaganya harus dikelola dengan lebih baik lagi menjelang akhir karirnya. Dengan perubahan strategi terkait Ronaldo dan mengingat suhu panas yang diprediksi akan terjadi di turnamen yang digelar pada Juni mendatang, Martinez ingin menunjukkan bahwa ia tidak kekurangan pemain di area penting pada lapangan.

“Jalan menuju tim nasional selalu terbuka, tetapi persaingan untuk masuk skuad membuat seolah-olah saya tidak punya peluang. Namun, hingga saat ini, kami harus punya striker ketiga yang akan menjadi posisi terpenting di Piala Dunia nanti,” kata Ronaldo.

Sejumlah pihak menilai, sindrom bintang membuat Ronaldo berat menyerahkan posisinya pada pemain lain.

“Cristiano merupakan penentu sejarah sepak bola kami. Ia adalah ikon sepakbola dunia, tetapi hal itu tidak menghambat atau membatasi kinerja kami. Cristiano sangat tenang dan fokus dari hari ke hari. Ini merupakan berita baik. Ketika Cristiano Ronaldo bertanding dengan baik, ia merupakan pemain yang penting bagi tim kami,” tambah Martinez, sambil menjawab pertanyaan tentang keputusan dari Fernando Santos untuk menggeser Ronaldo di Piala Dunia terakhirnya.

Laga persahabatan versus Amerika Serikat dan Meksiko 

Portugal seharusnya bisa tampil percaya diri usai mengunci gelar juara Liga Bangsa 2025 Zona Eropa dan lolos ke Piala Dunia 2026. Mereka menggelar laga persahabatan menjelang Piala Dunia, dengan dua di antaranya akan digelar di Meksiko dan Amerika Serikat pada Maret mendatang.

“Kami punya banyak pemain berbakat dan pertandingan bulan Maret akan krusial,” kata Martinez. “Piala Dunia kali ini akan lebih kompleks dan menantang bagi wakil Eropa. Oleh karena itu, kamp pelatihan akan sangat penting karena kami akan bermain di lokasi dataran tinggi di Meksiko dan di stadion dalam ruangan melawan Amerika Serikat. Kami harus menjajal kemampuan kami di dua pertandingan itu sebelum Piala Dunia dimulai, karena merupakan persiapan yang bagus.” 

Tekad Martinez dapat dipahami karena Piala Dunia 2026 dalam format baru akan melibatkan lebih banyak tim, dari 32 menjadi 48 tim. Persaingan ketat ditambah dengan faktor cuaca akan membuat Portugal berisiko gagal memperbaiki pencapaian jika hanya bergantung pada kemampuan Ronaldo seorang. 

Mantan pelatih Belgia itu juga percaya bahwa Portugal telah siap menghadapi banyak tantangan. “Ini akan menjadi PIala Dunia ketiga saya dan saya mempelajari bahwa tidak ada satupun tim yang datang dan ditakdirkan sejak awal sebagai juara. Semua tim perlu berkembang selama tiga pertandingan perdana dan melakukan sesuatu untuk memastikan bahwa pemain kami bisa bertanding sepanjang turnamen,” kata pria 52 tahun itu.

“Kita tidak punya riwayat di Piala Dunia. Itu merupakan bagian dari persiapan psikologis. Kami harus maju langkah demi langkah dan memastikan seluruh pemain percaya bahwa kita bisa juara Piala Dunia,” tutupnya.

Kontrak Martinez akan habis pada akhir Piala Dunia 2026. Namun, ia memberikan sedikit tanggapan tentang masa depannya. “Itu bukanlah kekhawatiran saya saat ini. Fokus utama saya adalah Piala Dunia. Saya sangat senang dengan kerja keras kami dan dukungan dari FIFA. Kami terus berjuang bersama untuk menghadapi tantangan berikutnya,” katanya.

“Tujuan saya adalah Piala Dunia 2026 dan kami akan segera berbicara tentang masa depan. Saya suka Portugal dan senang bekerja dengan skuad andalan Cristiano. Pekerjaan dan fokus saya adalah menciptakan sejarah sehingga pencapaian tersebut akan diperbincangkan dalam 15-20 tahun ke depan,” ujar Martinez.

Sesuai jadwal Piala Dunia 2026, Portugal berada di Grup K Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Houston dan Miami. Mereka akan bertanding melawan salah satu pemenang playoff antarbenua (Jamaika, Kaledonia Baru, atau Republik Demokratik Kongo) sebelum menjamu Uzbekistan dan Kolombia.

Dari Belgia ke Portugal – Perjalanan karir Martinez

Lahir di Balaguer, Lleida, Catalonia pada 13 Juli 1973 Martínez memulai kariernya di klub kota kelahirannya, Balaguer, di Tercera División. Ia menjalani pertandingan pertamanya membela tim junior klub tersebut saat ia masih berusia sembilan tahun. Ia bertanding di setiap level sepak bola junior untuk klub tersebut, sebelum pindah ke Real Zaragoza pada usia 16 tahun.

Martínez bermain sebagai gelandang bertahan dan memulai karirnya bersama Real Zaragoza, di mana ia mengunci gelar juara Copa del Rey. Ia menghabiskan satu tahun bersama Balaguer, sebelum bergabung dengan klub Divisi Tiga Inggris, Wigan Athletic. Setelah sempat menjadi bagian dari kontingen kecil Spanyol di klub berjuluk Tiga Amigos, bersama Jesús Seba dan Isidro Díaz, ia menjadi pemain reguler tim utama selama enam tahun. Ini merupakan periode terlama yang ia habiskan di satu klub. 

Ia merengkuh gelar juara Football League Divisi Tiga dan Football League Trophy. Ia pindah ke Motherwell dan Walsall, sebelum bergabung dengan Swansea City pada musim 2003. Ia menjadi kapten klub dan membantu tim itu meraih promosi ke League One pada musim 2005. Ia pindah ke Chester City pada tahun 2006, dan kembali terpilih sebagai kapten.

Pada musim 2007, Martínez memulai karir kepelatihannya di Swansea City dan membawa klub tersebut promosi ke Championship sebagai juara League One. Dua musim kemudian, ia bergabung bersama Wigan Athletic sebagai manajer tim, membantu klub itu keluar dari zona degradasi selama tiga musim beruntun.

Pada musim keempatnya, Wigan terdegradasi. Meski demikian, Martinez berhasil membawa Wigan mengunci gelar juara Piala FA 2013 pertamanya dalam sejarah klub. Di akhir musim itu, Martínez menjadi manajer Everton. Everton berhasil finis di posisi kelima pada musim pertamanya sehingga mereka berhak lolos ke Liga Europa UEFA. Itu merupakan hasil tertinggi yang diraih dalam lima musim terakhir.

Pada Mei 2016, ia dipecat sebagai pelatih klub karena hanya bisa menyelesaikan musim di posisi ke-12. Ia menjabat sebagai pelatih Belgia pada Agustus 2016. Martinez berhasil membawa The Red Devils finis di posisi ketiga di Piala Dunia 2018, posisi terbaiknya dalam ajang sepak bola empat tahunan tersebut. Ia bahkan membantu Belgia duduk di peringkat pertama FIFA pada 2018-2022. Martinez memutuskan mengundurkan diri sebagai pelatih Belgia usai tersingkir di babak penyisihan grup pada Piala Dunia 2022 lalu.

Pada 9 Januari 2023, Martinez diumumkan sebagai pelatih kepala Portugal, menggantikan Fernando Santos. Laga pertamanya sebagai pelatih berlangsung pada 23 Maret melawan Liechtenstein di Estádio José Alvalade dalam kualifikasi Piala Eropa 2024. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan telak 4-0.

Pada 11 September, Martinez memimpin Portugal meraih kemenangan terbesar dalam sejarah dengan menang telak 9-0 atas Luksemburg di kandang. Selecao merupakan salah satu wakil Eropa pertama yang lolos ke Piala Eropa 2024 setelah menang 3-2 atas Slovakia. Hasil ini menjadi kualifikasi tercepat ke ajang turnamen besar dalam sejarah.

Sebulan kemudian, Portugal meraih juara grup, setelah menang 5-0 atas Bosnia dan Herzegovina di laga tandang. Martinez memimpin Portugal menuju kualifikasi setelah menang telak 2-0 atas Islandia di kandang. Hasil impresif ini melampaui rekor gol terbanyak dan kebobolan paling sedikit dalam kampanye kualifikasi dalam sejarah negara tersebut, dengan rekor 36 gol dan hanya kebobolan dua gol, serta mencatatkan sembilan clean sheet. Portugal juga menjadi salah satu dari beberapa wakil Eropa yang memenangi semua laga Kualifikasi Piala Eropa dengan sepuluh kemenangan dari sepuluh pertandingan untuk pertama kalinya dalam sejarah internasional Portugal.

Pada babak penyisihan grup Piala Eropa 2024, Portugal berdampingan dengan Georgia, Turki, dan Republik Ceko. Setelah berhasil menang atas Republik Ceko dan Turki serta kalah dari Georgia, Portugal lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup, di mana mereka akan berhadapan dengan Slovenia. Pertandingan berakhir 0-0 dan ditentukan melalui adu penalti, dengan kiper Portugal Diogo Costa menyelamatkan semua penalti Slovenia. Portugal pun berhasil menyapu bersih semua penalti dan menyingkirkan Slovenia dari Piala Eropa.

Saat menjamu Prancis di babak perempat final, pertandingan berakhir imbang 0-0 dan ditentukan melalui adu penalti. Kegagalan João Felix dalam eksekusi penalti membuat Prancis menang 5-3 dan Portugal tersingkir.

Pada 9 Juni 2025 lalu, Roberto Martinez membawa timnas Portugal mengunci gelar juara Liga Bangsa 2025 Zona Eropa setelah berhasil mengalahkan Spanyol 5-3 dalam adu penalti. 

Siapa striker ketiga Portugal?

Selain Cristiano Ronaldo dan Gonçalo Ramos, posisi striker ketiga menjadi salah satu keputusan menarik yang akan menentukan keseimbangan lini depan Portugal dalam perebutan Piala Dunia 2026. Peran ini memang tidak selalu menjadi sorotan utama, tetapi justru bisa sangat penting, terutama jika Martinez benar-benar mempertimbangkan untuk tidak selalu memainkan Ronaldo sebagai starter.

Salah satu nama yang masih memiliki peluang adalah André Silva. Penyerang ini sudah lama menjadi bagian dari timnas Portugal dan memahami tuntutan bermain di level internasional. André Silva menawarkan profil penyerang nomor sembilan yang cukup klasik, kuat dalam duel udara, nyaman bermain di kotak penalti, dan disiplin dalam menjalankan peran taktis. Meski performanya di level klub tidak selalu konsisten, pengalaman dan kedewasaannya bisa menjadi faktor penting jika Martinez membutuhkan opsi aman dari bangku cadangan.

João Félix juga menjadi kandidat yang menarik, meskipun ia bukan striker murni. Félix lebih cocok disebut sebagai penyerang fleksibel yang bisa bermain di belakang penyerang utama atau bergerak bebas di antara lini. Dalam skema tertentu, ia dapat berfungsi sebagai false nine, membuka ruang bagi gelandang dan winger untuk masuk ke area berbahaya. Jika Martinez ingin mengurangi ketergantungan pada target man tradisional, Félix bisa menjadi pilihan yang memberi variasi dalam pola serangan Portugal.

Nama lain yang patut diperhatikan adalah Rafael Leão. Walau identik sebagai winger kiri, Leão memiliki atribut fisik dan teknis yang memungkinkan dirinya dimainkan lebih ke tengah dalam situasi tertentu. Kecepatannya dalam transisi, kemampuan menggiring bola, dan kekuatan tubuhnya bisa menjadi senjata ketika Portugal ingin bermain lebih direct. Leão bukan striker tengah alami, tetapi sebagai opsi situasional, ia memberi dimensi berbeda yang tidak dimiliki Ronaldo maupun Ramos.

Di luar nama-nama yang sudah mapan, Roberto Martinez juga bisa melirik penyerang yang lebih muda sebagai proyek jangka menengah. Pemain seperti Fábio Silva masih memiliki waktu untuk berkembang dan menunjukkan konsistensi di level klub. Membawa striker muda sebagai opsi ketiga bisa memberi energi baru, sekaligus menjadi investasi untuk regenerasi lini depan Portugal yang selama ini sangat bergantung pada satu figur besar.

Yang perlu dicatat, striker ketiga kemungkinan besar bukan pemain yang dijanjikan menit bermain reguler. Martinez akan mencari sosok yang siap menerima peran terbatas, profesional, dan mampu memberikan dampak cepat saat dibutuhkan. Dalam turnamen besar, satu gol dari pemain cadangan bisa menjadi pembeda antara gugur dan melaju.

Dalam konteks wacana mencadangkan Ronaldo, pilihan striker ketiga menjadi semakin relevan. Keputusan ini bukan hanya soal kualitas individu, tetapi juga tentang arah taktis yang ingin dibangun Martinez. Apakah Portugal akan tetap bermain dengan penyerang tengah tradisional, atau mulai bergerak ke arah lini depan yang lebih cair dan kolektif, akan sangat tercermin dari siapa yang akhirnya dipilih untuk mengisi slot tersebut.

Mainkan Taruhan Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Sekarang!

Berita Terbaru